Popular Posts

Saturday, July 10, 2010

PERJALANAN SCOLIOSIS ELITA

(Ditulis di Seattle pada Tanggal 23 Juni 2010 oleh Djuana)

Anak kami yang bernama Elita mulai menderita scoliosis 2 (dua) tahun yang lalu yaitu pada saat ia berumur 10 tahun 3 bulan, hasil x-ray pada tgl 25 Maret 2008 menunjukan Lippman-Cobb’s Angle untuk posisi berdiri adalah 50 derajat dibagian dadanya (Thoracic Curve -Th 5-12) dan 35 derajat dibagian pinggangnya (Lumbar Curve - L1-5) sehingga bentuk tulang punggung anak kami menyerupai huruf ”S”, lalu kami membawanya ke dokter Rehabilitasi Medik yang mempunyai banyak patient scoliosis dan telah terbukti efektive karena kami bertemu langsung dengan 3 orang patientnya yang datang control dan sudah sembuh dari scoliosis, sehingga kami yakin akan pilihan kami ini adalah tempat berobat yang tepat untuk mengobati scoliosis anak kami. Menurut dokter tersebut penderita scoliosis diatas 45 derajat sudah harus dioperasi, namun karena anak kami baru berumur 10 tahun maka ia sarankan untuk tidak dilakukan operasi karena tubuhnya masih akan bertumbuh dan operasi hanya sekadar pemasangan pen untuk mengganjal tulang punggung yang bengkok agar tidak bertambah bengkok dan beberapa tahun kemudian apabila si anak bertumbuh maka operasi harus dilakukan lagi karena pen yang semula dipasang untuk mengganjal sudah harus diganti dengan yang lebih panjang. Hal ini menyebabkan kami tidak pergi ke dokter Orthopedic karena menurut dugaan kami dokter Orthopedic pasti akan menyarankan untuk operasi.

Kemudian Dokter Rehabilitasi Medic tersebut merekomendasikan anak kami untuk memakai brace dan melakukan physical exercise sebanyak 2 kali seminggu di clinicnya dan setiap hari di rumah kami. Pada awal pemakaian brace yaitu tgl 12 April 2008 anak kami di X-ray dalam kondisi brace nya dipakai, hasil x-ray menunjukan kemiringan 30 derajat dibagian dada, jadi terdapat koreksi kemiringan sebesar 20 derajat dibandingkan hasil X-ray tanpa brace sedang dibagian pinggang terdapat koreksi 9 derajat. Jadi kelihatannya memang sangat menjanjikan dengan syarat harus disiplin pakai brace dan senam scoliosis. Sejak itu anak kami memakai brace, walaupun merasa sakit dan panas karena brace tersebut dibuat dari bahan yang agak keras, namun ia memakai selama 20 jam setiap hari nya dan melakukan senam selama 30-45 minutes setiap hari dirumah, serta seminggu 2 kali melakukan senam scoliosis dengan menggunakan peralatan di clinic rehabilitasi medik selama 1 jam per kunjungan.

Karena setelah berobat selama 8 bulan secara visual tidak menunjukan perbaikan, maka kami membawanya ke Chiropractic selama 16 kali pertemuan (seminggu 2 kali), meskipun sudah diberitahu oleh dokter rehabilitasi medik tidak ada gunanya dibawa kesana namun kami tetap melakukannya. Sehingga pada saat itu kami berobat parallel (seminggu sekali ke clinic rehabilitasi medik dan seminggu 2 kali ke clinic Chiropractic)

Namun satu setengah tahun kemudian (umur 11 tahun 8 bulan), hasil x-ray tanpa memakai brace pada tgl 23 Agustus 2009 menunjukan kondisi yang semakin memburuk yaitu bagian dada bertambah 12 derajat menjadi 62 derajat dan bagian pinggang bertambah 6 derajat menjadi 41 derajat dan x-ray dengan memakai brace menunjukan 53 derajat dibagian dada dan 35 derajat dibagian pinggang.

Semenjak itu kami mencari alternative lain, namun tidak ke dokter Orthopedic karena kami berasumsi sudah pasti disuruh operasi, alternative yang kami cari adalah bagaimana caranya untuk sembuh tanpa operasi.

Setiap malam saya berdoa memohon kesembuhan untuk anak kami dan setiap hari Sabtu dan Minggu saya mencari di Internet, akhirnya saya mendapatkan buku yang berjudul Three-Dimensional Treatment for Scoliosis yang ditulis oleh Christa Lehnert-Schroth anaknya Katharina Schroth pencipta Schroth Method exercise  yaitu senam / exercise yang diciptakan khusus untuk penderita scoliosis.  Kemudian kami membeli buku tersebut di Amerika lewat Amazon.com, buku tersebut sudah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Setelah melihat buku tersebut memang exercise Schroth Method ini terlihat sangat menjanjikan. Sehingga kami bermaksud untuk mempelajari Schroth Method Exercise tersebut di Jerman namun karena harus berada di Jerman selama 3 bulan maka kami berencana untuk menunggu sampai anak kami lulus ujian SD kelas 6 yang berarti harus menunggu 1 tahun lagi.

Sementara menunggu saya mencari alternative lain lagi sambil tidak henti-hentinya setiap malam saya berdoa agar diberikan jalan untuk kesembuhan anak kami, akhirnya saya menemukan clinic yang menangani scoliosis yang merupakan cabang Singapore yang berada dilokasi 1,5 jam dari tempat tinggal kami. Clinic ini ditangani oleh ahli-ahli dari luar negeri, selama 8 bulan anak kami ditangani oleh mereka dengan menggunakan berbagai macam alat-alat seperti Electro Muscle Stimulation (EMS) dan Ultrasound serta tulangnya diputar-putar untuk diperbaiki posisinya, bermacam exercise dilakukan dan setiap malam sambil berdoa saya mengurut punggungnya dengan cara yang diajarkan oleh mereka agar otot-ototnya tidak kaku, karena kalau kaku anak kami mengeluh cepat lelah dan pegal-pegal. Dari seminggu 2 x sampai seminggu sekali kami mengajak ia berobat, namun hasilnya tidak memuaskan.

Mulai bulan Januari 2010 saya untuk kesekian kalinya mencari lagi di Internet kalau-kalau saya dapat menemukan jalan penyembuhan scoliosis tanpa operasi dan saya juga berharap dapat menemukan exercise Schroth Method di negara berbahasa Inggris dan juga brace yang benar-benar efective untuk scoliosis. Kami bertekad pada saat bulan Mei / Juni setelah sekolah libur kami akan membawa anak kami untuk mencari pertolongan ke luar negeri, namun kami tidak berharap kalau sampai harus dioperasi. Karena selama mencari-cari di Internet saya menemukan banyak sekali cerita-cerita bagaimana sakitnya setelah operasi dan betapa resiko operasi tulang belakang dan apabila gagal bisa membawa kelumpuhan secara total. Pada saat itu mungkin karena yang dicari adalah solusi tanpa operasi maka saya tidak menemukan kalau operasi adalah jalan yang terbaik untuk scoliosis yang sudah parah seperti anak kami.

Akhirnya saya menemukan ada clinic di Amerika yang mengobati scoliosis dengan exercise Schroth Method  dan brace yang khusus diciptakan untuk berdampingan dengan exercise Schroth Method yang bernama RSC brace (Rigo System Cheneau Brace), lalu saya kirim email ke mereka dimana kami mengetahui kami harus tinggal minimal 1 bulan di sana untuk latihan Schroth Method dan membuat brace dan harus kembali lagi setiap beberapa bulan untuk menyetel bracenya. Atas permintaan saya lalu mereka recommendasikan saya untuk ke Australia untuk berobat dengan exercise Schroth Method di Australia dengan pertimbangan lebih dekat, namun setelah email-emailan dengan Therapist di Australia saya mendapatkan informasi bahwa di Australia tidak ada RSC brace. Lalu Therapist Australia tersebut merecommendasikan saya untuk berobat ke Spanyol yaitu ke Dr Manuel Rigo, guru besar yang mengajarkan ia dan juga Therapist Amerika yang di Scoliosis Rehab tersebut.  Dr Rigo membuka Barcelona Schroth School untuk mengajarkan Schroth Method dimana muridnya sudah membuka clinic di Amerika dan di Australia dan mungkin di negara lainnya (namun setahu saya tidak ada yang di Indonesia ataupun Singapore dan Malaysia) beliau juga yang menciptakan RSC brace tersebut.

Setiap malam saya masih terus berdoa : “ Tuhan Jesus, Bapak kami yang ada di dalam surga, tolong sembuhkanlah anak kami dan tunjukanlah kami jalan apa yang harus kami lakukan untuk kesembuhan anak kami ...”

Setelah sekian lama saya berdoa akhirnya Tuhan menjawab doa saya, pagi-pagi hari pada tgl 10 Pebruari 2010 jam 7:00 pagi saya bertemu dengan seorang teman di Rumah Sakit ketika saya mengambil hasil x-ray untuk dikirim ke Dr Rigo di Spanyol. Beliau bercerita bahwa anak temannya yang juga merupakan teman kami, 10 tahun yang lalu dioperasi di Seattle. Nah sekarang Tuhan benar-benar menjawab doa saya dengan memberikan 2 pilihan kepada kami, apabila hendak operasi maka hubungi teman saya dan apabila hendak exercise Schroth Method maka pergi ke Spanyol.  

Setelah kami menghubungi teman kami tersebut kami mendapatkan bahwa dokter yang mengoperasi anaknya 10 tahun lalu bernama Dr Theodore A Wagner, ia masih menyimpan kartu namanya dokter tersebut namun mereka lupa dioperasi di rumah sakit mana hanya ingat di Seattle. Saya mencoba mencarinya di Internet dengan nama Yayasan yang tercantum di kartu nama namun tidak bisa menemukan nama Yayasan tersebut. (mungkin sudah berganti nama karena sudah 10 tahun yang lalu). 2 hari (Sabtu dan Minggu) saya mencari dan mencari di Internet dengan menggunakan komputer yang sambungan internetnya sangat lambat dan sering putus-putus sehingga sering sekali web page problem dan tidak keluar apa-apa. Tidaklah terlalu sulit untuk mencari profile dokter tersebut namun sangat memakan waktu sekali untuk mencari email addressnya, walaupun demikian akhirnya saya menemukan juga alamat email Dr Wagner tersebut. Sungguh saya merasakan Tuhan telah memimpin saya untuk berhasil menemukan alamat email Dr Wagner tersebut, karena saat ini saya mencoba mencari kembali website yang mencantumkan alamat email tersebut namun saya belum berhasil menemukannya. Adalah sangat penting untuk saya mendapatkan email address Dr Wagner karena akan sangat sulit untuk berkomunikasi dengan beliau melalui telephon karena perbedaan zona waktu antara Seattle dan Jakarta lagi pula berbicara dalam bahasa Inggris di telephon adalah tidak mudah.

Kemudian disatu pihak saya kirim x-ray anak kami lewat email ke Dr Rigo di Spanyol dilain pihak saya juga kirim email ke Dr Wagner di Seattle.

Setelah Dr Rigo melihat x-ray anak kami beliau menganjurkan untuk operasi namun apabila karena satu dan lain hal kami tidak bersedia operasi kami boleh mencoba datang ke Spanyol untuk mencoba berobat dengan memakai RSC brace dan exercise Schroth Method, namun beliau mengingatkan kepada kami mungkin hasilnya tidak bisa menyembuhkan namun bisa membantu membuat stabil kelengkungannya sampai anak kami merasa siap untuk dioperasi.

Pada saat ini kami benar-benar bingung, keputusan apa yang harus kami ambil, Operasi atau berobat ke Spanyol ? Banyak sekali pertimbangan dan kekhawatiran untuk kedua-duanya.

Ditengah kebingungan tersebut lalu saya memohon kepada Tuhan :

“ Tuhan Jesus, Bapak kami yang ada di dalam surga, tolonglah kami untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk anak kami, janganlah Engkau menyuruh kami yang memilih karena kami benar-benar bingung tidak tahu mana yang terbaik untuk anak kami, oleh karena itu bukakanlah kami jalan yang nyata agar kami dapat mengerti jalan yang Engkau berikan kepada kami, Operasi atau Schroth Method ? Tolong tunjukanlah kami jalan yang nyata agar kami yakin jalan mana yang Kau kehendaki …”

Akhirnya kami mendapat jawaban yang sangat pasti dari Istri teman saya yang anaknya dioperasi 10 tahun yang lalu di Seattle oleh Dr Theodore A Wagner. Beliau meyakinkan kepada saya bahwa dengan dioperasi oleh Dr Wagner kita tidak perlu khawatir apapun karena Dr Wagner adalah seorang dokter yang benar-benar sangat ahli pada bidangnya dan beliau juga sangat luar biasa baik dan perhatiannya terhadap patient dan keluarga patient dan team mereka sangat ahli didalam menangani scoliosis ini, ia lalu menceritakan bahwa operasi dilakukan selama 5 jam namun di hari ketiga anaknya sudah bisa jalan dan hanya tinggal di rumah sakit selama 5 hari, dan seminggu setelah keluar dari RS sudah berjalan-jalan melihat pameran dan saat ini anaknya sudah berumur 23 tahun dan tumbuh besar dan aktif didalam berbagai olah raga (anaknya adalah anak laki2). Dan ia juga menceritakan betapa bebasnya si anak setelah selesai operasi tidak perlu memakai brace yang panas dan menyesakkan dan tidak perlu lagi harus melakukan physical exercise yang merepotkan setiap harinya. Ia juga menceritakan betapa operasi di Indonesia harus dilakukan sampai berkali-kali karena hanya diganjal dengan pen dan pen nya tersebut bisa bengkok dan patah. Ia juga menceritakan bahwa ada seorang temannya yang meninggal di umur tigapuluhan akibat scoliosisnya yang sudah lebih dari 100 derajat karena lengkungan tulangnya menusuk / menekan jantungnya.

Nah dengan demikian jelaslah bagi kami, bahwa Tuhan menghendaki kami untuk ke Seattle dioperasi oleh Dr Theodore A Wagner. Namun masih banyak-banyak sekali kendala yang harus kami hadapi agar operasi ini bisa tercapai. Maka sayapun tetap berdoa setiap malam, sekarang doa saya adalah “ Tuhan apabila benar operasi dengan Dr Wagner yang Engkau inginkan, maka tolong bukakanlah jalan untuk kami agar kami sanggup dan mampu untuk melakukannya, tolong Engkau ratakan semua jalan dan jauhkanlah kami dari segala rintangan apapun juga…”  Memang banyak sekali rintangan yang harus kami hadapi yaitu dari segi Keuangan, Kesehatan saya, Pekerjaan, Sekolah anak kami dan Mama saya yang sedang berbaring di rumah sakit.

Pada saat itu hasil x-ray tgl 6 February 2010 menunjukan derajatnya bertambah lagi 11 derajat hingga sekarang menjadi 73 derajat dibagian atas sedangkan di bagian bawah berkurang 1 derajat hingga menjadi 40 derajat, jadi dalam waktu 6 bulan lengkungannya bertambah parah 11 derajat yang berarti secara rata-rata 2 derajat per bulan.  Pantaslah Dr Rigo meminta kami untuk membuat brace secepatnya dan melakukan exercise Schroth Method pada bulan Juni atau secepatnya dilakukan operasi. Benar cepat sekali bertambahnya, ketika di x-ray pada tgl 13 Mei 2010  di Seattle Children’s Hospital hasilnya sudah bertambah lagi menjadi 88 derajat.
Email-emailan dengan Dr Wagner tidaklah berjalan dengan mulus, kadang-kadang saya harus menunggu 1 minggu untuk mendapatkan balasan atas email saya, maklum Dr Wagner sangatlah sibuk. Dan semua pertanyaan saya tentang masalah operasi scoliosis tidak ada satupun yang dijawab, beliau hanya mengatakan bahwa semua pertanyaan akan dijawab ketika sudah berada di Seattle dan balik bertanya kapan hendak schedule operasi. Hal ini membuat kami stress, bagaimana kami bisa yakin untuk jauh-jauh pergi ke Seattle untuk operasi scoliosis tanpa mengetahui segala sesuatu tentang operasi tersebut. Untunglah Tuhan kembali membimbing kami, Tuhan menunjukan kepada saya suatu tulisan di Internet yang ditulis oleh seorang anak perempuan penderita scoliosis yang berumur 12 tahun yang dioperasi di University of Iowa Children's Hospital pada bulan Mei 1991, pada tulisan tersebut terdapat pengalaman dan 52 buah pertanyaan si anak yang sudah dilengkapi dengan jawabannya mengenai permasalahan dan keraguan seputar masalah operasi scoliosis, dan setelah anak tersebut dewasa, ia kembali melanjutkan tulisannya yang menceritakan betapa bahagianya ia setelah selesai operasi. Tulisan tersebut sangatlah membantu menenangkan kami dan terutama anak kami. Sebagian pertanyaan anak tersebut sama dengan pertanyaan dan kekwawatiran yang kami ingin mendapat jawabannya.  Tulisan tersebut dapat dibaca pada   web-site ini. Disamping itu saya juga mendapatkan tulisan mengenai operasi scoliosis yang ditulis oleh Dr Kit M Song M.D pada web-site ini  dan juga tulisan yang ditulis oleh Dr Wagner  yang dapat dibaca pada Web-site ini , disamping itu Dokter Wally Krengel, kepala bagian Spine Children’s Hospital,  mengirimkan kepada saya tulisan mengenai scoliosis yang biasa diberikan kepada patient yang akan melakukan scoliosis di Children’s Hospital. Maka lengkaplah sudah semua pertanyaan dan gambaran mengenai apa itu operasi scoliosis.

Karena sedemikian bersyukurnya saya bisa memperoleh semua informasi tersebut di Internet membuat saya berjanji sayapun akan menuliskan semua pengalaman dan informasi yang mungkin bisa menolong penderita scoliosis di kemudian hari.

Ketika jawaban dari Dr Wagner belum jelas apakah beliau bersedia mengoperasi anak kami pada awal Mei, Mama saya masuk rumah sakit pada tgl 6 Maret 2010 dimana akhirnya Mama saya meninggal di rumah sakit pada tgl 10 April 2010 setelah berbaring selama 1 bulan lebih di rumah sakit.

Sehingga bulan Pebruari, Maret dan April 2010 itu betul-betul merupakan bulan pergumulan yang sangat berat untuk saya, selain masalah anak dan mama saya, bertambah lagi masalah di kantor yang sedang pada puncak sibuk dan banyak masalah terjadi yang harus diselesaikan dengan penuh konsentrasi dan focus, sedangkan kondisi saya setiap hari datang ke kantor seperti orang linglung, pelupa tidak konsentrasi, cepat sekali tersinggung dan selalu ingin menangis rasanya, malam sulit tidur, wah sampai-sampai atasan saya juga marah-marah pada saya.

Anak kami juga sangat tertekan bathinnya, disamping ia harus mengkhawatirkan mengenai operasi scoliosis  yang harus dijalankannya, ia juga harus dihadapi dengan situasi kemungkinan tidak lulus kelas 6 karena syarat kelulusan harus mengikuti UAS (Ujian Akhir Sekolah). Namun berkat kebijaksanaan Kepala Sekolah dan juga Guru-guru maka akhirnya anak kami dibebaskan dari persyaratan tersebut mengingat kondisi anak kami yang tidak mungkin untuk diundur lagi operasinya.

Setiap malam sebelum tidur tidak pernah lupa saya berdoa kepada Tuhan agar kami sekeluarga terutama saya diberi kekuatan dan jangan sampai tumbang, karena anak dan mama saya serta pekerjaan saya butuh saya. Email yang saya terima sejak tgl 11 Pebruari 2010 sampai dengan hari terakhir sebelum berangkat ke Seattle tgl 9 Mei 2010 ada sebanyak 56 email, dan yang saya kirim ke mereka ada sebanyak 71 email. Email tersebut adalah dengan Dr Wagner, Dr Krengel dan staff-staff dari berbagai department  Seattle Children’s Hospital dan banyak diantara email-email tersebut ditulis pada saat tengah malam karena perbedaan waktu antara Jakarta dengan Seattle. Untunglah masalah ticket pesawat, apartment dan asuransi perjalanan serta segala kebutuhan untuk ke Seattle diurus oleh Suami saya.

Akhirnya satu persatu masalah terselesaikan dan Mama tercinta meninggal pada tgl 10 April 2010 sebelum kami berangkat sehingga kami bisa dengan tenang berangkat ke Seattle pada tgl 9 May 2010.

Pertolongan Tuhan pada kami tidak berhenti sampai disini saja, Tuhan masih terus menyertai kami, karena pada saat di email, Manager yang mengurus Apartment tempat kami menyewa sudah berencana akan pergi berlibur sehingga kami hanya akan bertemu dengan staffnya yang memegang kunci apartment, namun karena satu dan lain hal Manager tersebut mundur pergi berliburnya. Hal tersebut bagaikan diatur untuk menunggu kedatangan kami karena 1 hari setelah kami tiba di Seattle barulah ia berangkat berlibur, sehingga kami sempat diatur dengan baik dan diajak keliling untuk mengenali lingkungan sekitar apartment, tempat makan dan tempat berbelanja keperluan sehari-hari dengan menaik mobilnya.

Selain itu pada saat kami di rumah sakit, penterjemah kami adalah seorang mantan pendeta yang sangat baik dan telah bersedia meminjamkan kami perabotan dan juga mengantar kami berbelanja sayuran di Asean market, dan berkat penterjemah inilah kami dapat berkenalan dengan Gereja GKI Seattle, dan disini kami boleh dipertemukan dengan hamba Tuhan dan anggota jemaat yang sangat baik-baik, sehingga banyak anggota jemaat yang datang membesuk kami di rumah sakit dengan membawa banyak sekali makanan dan tentunya juga berdoa untuk kami.

Adalah diluar dugaan kami bahwa Tuhan telah memperkenalkan kami kepada sepasang suami istri anggota jemaat yang sangat baik sekali yang telah sangat banyak membantu kami, mereka bersedia meminjamkan kami barang-barang kebutuhan bahkan meluangkan waktunya untuk setiap Sabtu mengantar kami berbelanja keperluan sehari-hari dan juga berkeliling mengenali kota Seattle ini, disamping itu Tuhan juga telah mengutus adik dan adik ipar Kepala Sekolah anak kami yang baru kami kenal di Seattle ini untuk membantu kami, mereka juga telah bersedia meluangkan waktunya setiap hari Rabu untuk mengajak kami berjalan-jalan dan berbelanja serta juga meminjamkan kami perabotan, sehingga kami tidaklah kesepian tinggal di kota Seattle ini selama 2 bulan. Bagaimana jadinya kami apabila kami tidak ada yang menolong hidup di kota Seattle ini tanpa adanya kendaraan mobil.

Disamping doa yang kami bawakan setiap malam sebelum tidur, banyak sekali doa-doa yang dipanjatkan untuk kami sekeluarga, Guru-guru dan teman-teman sekelas anak kami  setiap pagi membawakan doa pagi untuk anak kami agar anak kami dikuatkan dan tidak lah takut menghadapi operasi  scoliosis yang mana sebelumnya anak kami sempat merasa takut dan khawatir. Saudara-Saudara kami dan juga teman-teman kami banyak sekali yang membawakan doa bagi kami ada yang di gerejanya dan ada yang secara pribadi.

Saya percaya berkat doa dari sedemikian banyaknya orang-orang yang ikut mendoakan, kami bisa sampai di Seattle ini dengan hasil operasi yang sangat sukses luar biasa dan bertemu dengan semua orang-orang yang siap menolong kami. Operasi ini membawakan hasil yang sangat sukses sehingga dokternya sendiripun merasa bangga akan dirinya. Saat ini tulang punggung anak kami sudah hampir lurus, namun masih ada sedikit lengkungan pada bagian dadanya karena untuk menyeimbangkan pundaknya. Sebenarnya operasi scoliosis sangatlah berresiko dan menakutkan, namun apabila ditangani oleh dokter dan team yang ahli dalam bidangnya maka sama sekali tidak menakutkan.


Anak kami dioperasi scoliosis T2-L3 tulang belakang pada tgl 20 Mei 2010 dengan diagnosa menderita scoliosis tipe 5 Lenke Scoliosis (kurva lengkungan pada bagian dada yang sudah parah). Anak kami dibawah ke ruang operasi dan mulai dibius pada jam 1 siang,  waktu operasi berlangsung selama 6 jam, irisan mulai dilakukan pada jam 14:15 dan proses operasi selesai pada jam 20:15 namun anak kami baru  masuk ke ruang patient pada jam 11 malam. Keesokan harinya jam 10 pagi anak kami  sudah dilatih untuk duduk di tepi ranjang selama 5 menit, pada hari ke dua sudah turun dari ranjang untuk duduk dikursi selama 45 menit, hari ke 3 sudah 3 kali turun naik ranjang dan duduk di kursi selama beberapa jam, hari ke 4 sudah belajar jalan di lorong luar kamar dan hari ke 5 sudah keluar dari rumah sakit, hari ke 7 sudah bisa berjalan 50 meter diluar apartemen dan berbaring ke kanan dan ke kiri tanpa dibantu  dan yang paling menakjudkan adalah di hari ke 14 setelah operasi sudah tidak makan obat tahan sakit dan obat apapun juga dan bisa berjalan sejauh 2,2 km (1,4 miles). Pada hal operasi ini adalah operasi yang sangat besar dan sulit sekali dilakukan, di sepanjang tulang punggungnya dipasang skrup sebanyak 25 buah yang terbuat dari polyaxial titanium dan masing-masing skrup panjanganya 35 mm. Skrup-skrup tersebut disambung dengan batangan logam yang terbuat dari alloy steel, dan tulang-tulang rawan diantara ruas-ruas tulang punggung diganti dengan tulang dari bank tulang. Dr Wagner mengatakan bagian tulang yang dioperasi akan stop bertumbuh namun bagian lain masih tetap akan bertumbuh yang berarti anak saya masih akan bertumbuh tinggi, bisa melakukan semua olah raga yang digemarinya bisa membungkukan badannya, bisa mengandung serta melahirkan anak. Hal tersebut sungguh sangat luar biasa, membuat kami merasakan betapa luar biasanya Tuhan dapat menciptakan manusia yang sanggup melakukan hal tersebut.

Kami sangat berterima kasih sekali kepada Dr Theodore A Wagner yang telah memberikan kesempatan kepada anak kami untuk datang ke rumah sakit Seattle Children’s Hospital dan dioperasi olehnya dan juga kepada segenap team Seattle Children’s Hospital yang telah dengan teliti dan sabar merawat anak kami dengan sangat baik dan penuh dengan keahliannya masing-masing. Dr Wagner menjelaskan semua pertanyaan kami secara rinci dan beliau adalah seorang dokter yang mempunyai kharakter persis sama dengan yang diceritakan oleh teman kami yang putranya dioperasi 10 tahun yang lalu. Ia adalah figur ayah yang benar-benar adalah orang yang penuh kasih, sabar dan sangat ramah, dia juga dapat merasakan apa yang kami rasakan pada saat putri kami dioperasi. Mengingat kembai ketika ada panggilan serina bagi dokter yang menandakan seseorang dalam bahaya di ruang pemulihan dimana ketika itu putri kami juga sedang berada di ruang pemulihan yang sama, ia segera keluar dari ruang pemulihan yang cukup jauh dari ruang tunggu kami untuk memberitahu kami bahwa sirena tersebut bukan ditujukan untuk anak kami,  yang mana hal tersebut menyebabkan saya menangis.

Satu hal yang membuat kami sangat puas dan bersyukur adalah ketika mendengar anak kami mengatakan sekarang ini (1 bulan pasca operasi scoliosis)ia lebih nyaman dan segar dibandingkan sebelum operasi dan yang penting anak kami tidak merasa terganggu apapun dengan gerakannya bahkan ia mengatakan sama saja seperti tidak dioperasi.  

Sebelum menutup tulisan ini saya ingin mengatakan bahwa kota Seattle adalah kota yang jauh lebih dingin dibandingkan dengan kota Jakarta namun kehangatan dari orang-orangnya membuat kami merasa hangat berada di kota Seattle ini sehingga tidak terasa bagi kami tinggal di Seattle ini selama 2 bulan dan sebentar lagi kami akan kembali ke Indonesia..

Kami berharap Tuhan masih akan terus bekerja mendampingi anak kami untuk melewati masa pemulihan selama 6 bulan dengan baik, karena masa ini merupakan masa yang rawan bagi kesembuhan anak kami , yang diluar  tubuhnya sudah sembuh namun di dalam tubuhnya masih harus menunggu  4 sampai 6 bulan baru bisa sembuh. Kami tentu berharap bahwa Tuhan juga akan menemani kami dalam perjalanan kembali ke Jakarta.

Kami sekeluarga mengucapkan syukur kepada Tuhan yang telah memberkati dan memelihara kami sekeluarga terutama anak kami, namun kami tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan hati orang-orang yang telah banyak membantu kami baik di Seattle maupun di Indonesia. Yang kami bisa lakukan hanyalah mendoakan agar Tuhan juga memberkati, memimpin dan memelihara semua pihak yang telah banyak membantu kami dan saya berharap tulisan saya ini dapat berguna bagi penderita-penderita scoliosis yang memerlukan informasi mengenai scoliosis. Amin.

                                                 
                                         (^.^)   THE END   (^.^)
           








  

37 comments:

  1. selamat atas keberhasilan operasi Elita.. semoga kedepannya makin membaik kondisi tulang belakangnya.
    Saya juga punya anak perempuan (10 th 9 bln)yang didiagnosis skoliosis bulan april'10 . hasil x-ray nya menyatakan skoliosis thorakolumbal ke kiri dengan sudut cobb 22 derajat. atas saran dokter kami pesan boston brace di salah satu rumah sakit. namun anak saya tidak disiplin dalam memakainya. sehingga saya mencari alternatif lain yaitu chiropractic dan diterapi selama 4 bulan ini tanpa memakai bracenya sama sekali karena kami percaya akan omongan chiropractornya.
    Namun ketika minggu yang lalu kami ke dokter tulang dan dari hasil rontgennya diketahui bahwa sudut kemiringannya sudah bertambah menjadi 40 derajat.Dokter kembali menyarankan pemakaian boston brace, tapi kelihatannya anak saya masih enggan memakainya. mungkin mamanya Elita bisa sharing brace yg lebih nyaman namun tetap efektif untuk (minimal) mempertahankan sudut skoliosis anak saya.....
    terimakasih sebelumnya..

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas sharingnya..
    saya jg penderita skoliosis dgn kemiringan 21 derajat. Jika ada share/info lg mohon kirim ke email saya pak : ni1987lam@yahoo.com
    salam kenal.
    :)

    ReplyDelete
  3. Bulan September ini ada kemungkinan Dr Theodore A Wagner akan datang ke Indonesia. Apakah Anda berminat untuk mengunjungi nya ? Apabila berminat silakan menuliskan email address Anda pada blog ini. Djuana

    ReplyDelete
  4. Dr Wagner tidak jadi datang ke Jakarta pada bulan September 2010, namun beliau merencanakan perjalanan ke Jakarta pada bulan Januari 2010.

    ReplyDelete
  5. Kalau hendak membuat brace yang effective, bisa coba membuatnya di dokter Bambang rumah sakit Gading Pluit, teman saya sudah mencobanya dan hasilnya sangat memuaskan.

    ReplyDelete
  6. Dr Theodore A Wagner akan datang ke Jakarta pada tgl 22 dan 23 February 2011, dan kali ini benar-benar akan datang, tidak mundur lagi, sayapun sedang berusaha membuat janji bertemu dengan beliau, masih belum tahu persisnya bisa ketemu pada tgl berapa jam berapa dan dimana. Apabila ada penderita scoliosis dengan kemiringan diatas 40 derajat dan hendak bertemu bisa meninggalkan email address atau phone contact agar saya bisa hubungi Anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Djuanaw, salam kenal sy Verina anak perempuan (16th) sy juga scoliosis, sdh treatment macam2 spt anak bapak sebelumnya, skrg sy sdh berhentikan semua treatment dan tertarik utk operasi.

      Mohon info apakah Dr. Theodore A Wagner akan dtg lagi ke Indonesia?

      Terima kasih sebelumnya

      Delete
    2. Dr Wagner akan datang pd bulan November atau sebelum Natal, apabila berminat bisa beritahu saya email address Verina, nanti saya invite ke group scoliosis community di FB, agar mudah memberitahukan kabar kapan tepatnya Dr Wagner akan datang lagi ke Indonesia.

      Delete
    3. Pak Djuanaw,,,salam kenal saya Wuri, perempuan (29th) sy scoliosis sejak SMP kelas 2. Selama ini saya hanya bisa melakukan tretament dasar sendiri di rumah & sesekali berenang.

      Bisa dibantu nama scoliosis community di FB ?
      Saya ingin bergabung dan bisa share ttg scoliosis bersama scolioser lainya.

      Terima kasih

      Delete
    4. Scoliosis.Community.Jakarta@groups.facebook.com
      Atau tinggalkan email address kamu nanti saya yg invite atau tinggalkan bb contact nanti saya invite ke BBM group scoliosis community.
      By the way saya Ibu bukan Bapak!

      Delete
    5. Syalom Ibu Djuanaw
      Salam kenal sy Dahlia, putri sy saat ini 14 thn jg brsan dianjurkan oleh terapis bracenya utk operasi krn skrg derajat thoracalnya sdh 60 & lumbalnya 50. Kpn dr Wagner akan dtg ke indonesia lg? Email sy dahlianyton@gmail.com.
      Mhn sy diinviteke grup spy sy jg bisa dptkan sharing dr tmn2 lain.
      Tq byk ut sharingnya. Tuhan mberkati...

      Delete
  7. Jika scoliosis yang terjadi dikarenakan folio apakan dapat dioperasi dan juga dapat disembuhkan? Kakak saya scoliosis karena folio dan sudah 70 % kemiringannya, merasakan sakit sepanjang hari sudah treatmen ke dr dll. tapi sampai sekarang belum ada hasilnya

    ReplyDelete
  8. Saya tidak tahu apakah kalau penyebabnya polio bisa disembuhkan atau tidak. Sebaiknya Anda periksakan ke dokter orthopedic. Bisa tanyakan dr Ifran Saleh di RS Caroles atau dr Lutfi di RS Puri Indah. Apabila Anda berminat untuk ke Amerika untuk berobat (operasi) maka Anda bisa ke Dr Theodore A Wagner di Seattle Children Hospital, namun biayanya cukup mahal. Semoga Tuhan membimbing Kakak Anda agar dapat menemukan jalan terbaik.

    ReplyDelete
  9. betapa 2 tahun ini penuh dgn cobaan bagi saya, salah satunya dengan keadaan anak perempuan saya yg masih berumur 9 bulan, dinyatakan scoliosis 13 derajat ke kiri. saya ingin menanyakan apa faktor pemicu bertambahnya derajat kurva tsb, mengingat sptnya setiap tahun akan (jangan sampai) bertambah.
    adakah yayasan di indonesia yg mampu membantu permasalahan scoliosis ini..
    salam utk Elita...

    ReplyDelete
  10. Setahu saya pada saat menjelang menstruasi akan bertambah derajat kurvanya, biasanya pada saat ini baru diketahui terjadi abnormal, namun apabila anak Anda sudah terdeteksi sejak umur 9 bulan sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang memang ahli dibidang ini. Apabila ingin di Indonesia bisa Anda hubungi Yayasan Scoliosis di RS Pondok Indah dengan dr Lutfi Gultom.
    Atau coba2 email ke Dr Rigo di spanyol atau Larry Cohen di Australia (telusuri saja linknya dari blog saya ini) siapa tahu dengan cara senam ala Schroth Method bisa disembuhkan mengingat masih bayi. Semoga memperoleh jalan untuk menyembuhkannya. Tuhan memberkati.

    ReplyDelete
  11. bagaimana keadaan tulang erlita sekarang? apa sudah lurus?
    apa sampai saat ini anda masih berhubungan dengan dr.wagner?
    kira2 menghabiskan biaya sampai berapa untuk operasi di seattle?
    bisa tolong info nya ke (nnx_loizz@hotmail.com)
    thanks before..
    GBU and your family... :)

    ReplyDelete
  12. Syalom juanaw, anak sy menderita scoliosis diketahui sejak umur 8 bln, skrg umur 9 thn dgn 45 derajat, sy in in Tanya brp biaya operas I di Seattle? Dan krn km kelihatan tdk mgk meninggalkan krj km begitu lama, apakah Ada referensi dokter yg bgs di sekitar Indonesia, Malaysia atau Singapore? Tol infonya, salam buat elita, Than berkati, tks alamat email sy : febdi@yahoo.com.
    Trmksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di jakarta ada profesor luthfi gatam. Beliau 'kepercayaan' alm. Prof. Subroto sapardan :)

      Delete
  13. Pak Djuanaw,
    anak saya juga penderita scoliosis seperti ananda Elita, pertumbuhannya juga sekitar 10 derajat setiap 6 bulan. Berbagai tempat therapi sudah kami kunjungi secara rutin. Stlh membaca blog Bapak, kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan operasi di Seattle. Ada bbrp hal yg ingin saya komunikasikan dengan Bapak, terutama mengenai pra dan pasca operasi.
    Mudah2an Bapak bisa meluangkan waktu. Email Saya : setiawan_ria67@yahoo.co.id
    Terima kasih, Tuhan Yesus berkati.

    ReplyDelete
  14. ikut senang membacanya, salam kenal

    ReplyDelete
  15. Hello.....
    Saya mempunyai anak perempuan yang menderita sciliosis seperti anak pak Djuanaw, sekarang berumur 18 tahun dan ingin melakukan operasi , saya bingung mencari informasi , untung saya menemukan blog bapak, mungkin Tuhan yang menunjukan jalan buat saya, boleh saya tanya biaya operasi di seatle? Kalau pak Djuanaw berkenan dan tidak merepotkan bisa tolong email saya di jkall205@yahoo.com. Terima kasih, semoga tuhan selalu memberkati bapak sekeluarga.

    ReplyDelete
  16. Yth Pak Djuana,
    Anak saya penderita scoliosis dan dalam tahun ini diusahakan untuk operasi, saya minta informasi :1
    1. Mengenai biaya operasi, akomodasi dan kembali lagi ke Bandung kira kira habis berapa, agar saya bisa mempersiapkan biayanya.
    2. Apakah setelah operasi harus kontrol ulang.
    3. Kalau boleh saya minta nomor telpon Bapak, karena di kepala saya sangat banyak pertanyaan yang ingin saya sampaikan, atau kalau boleh email Bapak.

    Terima kasih sebelumnya, dan saya mohon bantuan Bapak dengan memberikan informasi dalam Kesempatan Pertama.

    Yeny. Bandung. Tlp 022 69798542 atau 08126091885

    ReplyDelete
  17. Pak Djuana sepertinya saya kurang lengkap identitasnya, saya lengkapi dengan mengirimkan alamt email .
    ymeizarni@telkom.co.id.

    ReplyDelete
  18. Yth Pak Djuana,
    saya penderita scoliosis, saya sedang berpikir untuk melakukan operasi.
    namun ingin mengetahui mengenai biaya operasi. kira2 kalo harus operasi ke amerika biaya yang harus dikeluarkan brpa ya pak?

    mohon informasinya dengan mengirim email ke sheilla.adelia@gmail.com

    terima kasih sbelumnya..

    ReplyDelete
  19. saya juga penderita skoliosis..
    bisa tolong memberikan info berapa biaya operasi di amerika?
    beserta bagaimana detailya pengobatan tersebut?
    mohon diberikan informasi melalui email niia.pandaa@yahoo.com
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga minta di email jawaban dari info diatas donk.. trims
      kun.art29@gmail.com :)

      Delete
  20. Puji Tuhan bisa melihat dan membaca ini semua... Saya Ponco Susilo saya juga scoliosis saya ingin sekali bisa shearing jika ada pertemuan saya ingin sekali bisa bergabung. Dan bisa berbagi pengalaman. Ini email saya ponco_olink@ yahoo.com. Terima kasih

    ReplyDelete
  21. Ini pin BB sy mohon diinvite jika berkenan 290020AC terima kasih

    ReplyDelete
  22. Terimakasih atas info yg d berikan. Sya Tri (31thn) bru sja tau klo trnyta jga scoliosis. Mhon kiranya sya d invite : mulyati29@gmail.com
    Terimakasih

    ReplyDelete
  23. Maaf sy baru liat kalo srt sy tgl 9 Agt 2013 dibalas tgl 22 Agt 2013 oleh Ibu Djuanaw, pdhal sy sering buka (mungkin terselip melihatnya). Email sy verinatan@yahoo.com, mohon kiranya sy diinvite, terima kasih, Tuhan memberkati

    ReplyDelete
  24. Ibu Djuana terimakasih untuk sharing-nya. Anak perempuan saya umur 12 th ketahuan skoliosis sejak des 2011. Saat ini saya sungguh sedang kebingungan memikirkan solusi terbaik untuk anak saya mengingat usianya yang masih sangat muda dan kondisi skoliosisnya yg progressive. Kalau boleh saya ingin minta informasi lebih lanjut dari ibu. Email saya : jovitadevi@yahoo.com atau pin bb :28BD9D51. Terima kasih.GBU.

    ReplyDelete
  25. Tante djuana, nama saya tasha umur 14 tahun... saya juga seorg skoliser, rasanya saya butuh t4 untuk sharing mohon invite saya di grup bbm untuk para teman" sesama skoliser. Pin: 75d22dbb

    Atau email saya : tashachailien@yahoo.com
    Mohon bantuannya

    ReplyDelete
  26. Ibu Djuanaw...terima kasih. Informasinya, anak perempuan saya usia 13 thn juga scoliosis bisa minta tolong info kapan dr wagner ke indonesia dan berapa biaya operasi di seatle? Saya sangat membutuhkan informasi ini bu, Email saya Gunawan_tanaka@yahoo.com pin bb saya 299a2adb mohon invite saya di grup bbm terima kasih.

    ReplyDelete
  27. Selamat malam tante. Aku Larissa umur 14thn. Aku mild scoliosis dgn derajat atas 20 dan bawah 25. Memang tidak parah, tpi mom khawatir derajatnya nambah. Kebetulan aku jg tinggal di Kelapa Gading. Setaun ini aku therapy di Citralife Chiropractic di ruko Inkopal, tpi hasilnya kurang memuaskan (cuma turun 2 degree). Aku mau nanya pendapat tante tntg kondisi mild scoliosis, apakah perlu treatment atau itu tidak berbahaya? And kalo boleh tau tmpt Chiropractic yg bagus dan efektif dmn ya? Kalo bisa daerah gading sih. Thankyou for your kind attention and thankyou for sharing such an inspiring and motivating story. God be with you and your family!

    ReplyDelete
  28. Larrisa, kamu ada facebook tidak ? Join aja dgn group tante di https://www.facebook.com/groups/Scoliosis.Community.Jakarta/members/

    ReplyDelete
  29. tante, umur saya 18 tahun dan saya juga penderita skoliosis, setahun yg lalu kurva bengkok tulang saya 35 dan 40 dan saya disarankan untuk memakai brace. tetapi itu sangat menganggu aktivitas saya tante, jadi sekarang saya jarang sekali memakai brace dan saya sudah lama tidak bisa berenang. saya takut jika kurva bengkoknya bertmbah parah dan nantinya disarankan untuk operasi. saya takut karena saya membaca di internet resikonya besar, saya mau minta pendapatnya tante. terimakasih

    ReplyDelete